Saturday, 17 January 2015

Negeri Amma Toa dalam Negeri Indonesia


Tomboy, cekatan, cerewet, sederhana, dan suka berpetualang, Teh Elly namanya. keluarga besarnya dan keturunan asli makassar. Dia banyak cerita tentang kota makassar, kulinernya, cuacanya, hingga tentang bahasa dan adat budayanya.
"wah, beruntung sekali de' bisa ikut inu pindah ke bulukumba, kota penuh budaya disana, coba ya nanti kalau sudah pindah mampirlah ke daerah kajang, desa adat amma toa."
Begitu kiranya pesan singkat bbm dari teh elly saat itu.

3.Januari.2014
"okey, kalau hari ini tidak hujan, kita berangkat ke kajang". kata suami yang siap untuk mengantarkan saya.
sbelumnya, kami sudah minta tolong kepada keluarga kak abi (kak abi dan kak andi adalah kerabat dekat dari teh elly, kalau tidak ada mereka mungkin saya dan keluarga akan tersesat mengurusi pindahan kami dari makassar ke bulukumba) untuk menemani kami ke desa adat amma toa.
Saya anggap hari ini semesta turut membantu untuk segera menyudahi rasa penasaran saya dan si inu. okey kami berangkat.

10.am
Kami menjemput keluarga kak Abi, turut serta kak Andi (istri kak Abi) dan kedua anaknya, Tari (16thn) dan Bagus (12thn).
Bismillahirrahmanirrahim...lets go!!
Sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan sawah lengkap dengan kerbau, sapi, dan kuda yang rukun ditengah-tengah pematang. Dan juga sederet rumah adat bugis dengan berbagai jumlah atap trap yang menggambarkan kasta dari masing-masing pemilik rumah.
kami melewati kecamatan tanete, ada perkebunan karet milik PTP disana, MasyaAllah sejuuknya...rasanya saya pulang kampung melewati daerah disekitar glantangan golf ajung-jember. hehe. 



2jam kemudian kami sampai di sebuah gang bertuliskan "Desa Adat Amma Toa"
kami tak langsung memasuki gang, karena tak jauh dari gang ada rumah sepupu kak Andi, kami berhenti sejenak disana untuk istirahat dan sholat dzuhur.
tepat pukul 1 siang kami meninggalkan keluarga sepupu kak Andi untuk melanjutkan tujuan awal kami.
Jarak tempuh dari gapura gang yang bertuliskan "Desa Adat Amma toa" menuju lokasi adalah sekitar 3km.
Dan tibalah kami di tempat parkiran mobil, pintu kedua dari desa ini.
Di gerbang pembatas ini dijadikan pembatas antara dunia luar dan dalam. 
"Selamat datang di kawasan adat Amma Toa"





Di gerbang ini, kami melihat seorang ibu paruh baya sedang membuat kain dengan cara menenun menggunakan atbm (alat tenun bukan mesin) alias manual. Selalu dibuat takjub dengan proses alami pembuatan kain seperti ini. 

Okey,lanjut!! dari gerbang kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 1km, demi sampai ke rumah kepala suku amma toa.
Diperjalanan kami bertemu dengan para menteri-menteri adat. Kak Andi yang saat itu berbaju kuning ditegur langsung oleh bapak menteri tersebut, karena jaket hitam kak andi belum dipakainya. oiya kalau kesini jangan lupa pakai baju berwarna hitam untuk menghormati adat mereka.

Sesampainya di rumah salah satu warga amma toa, kak Andi selaku tour guide kami bertanya dimanakah letak rumah kepala suku amma toa. "letaknya diujung, tapi saat ini sedang tidak ada dirumah karena beliau sedang mengurusi orang meninggal."(ini mereka jelasiinnya pakai bahasa konjo, ga mudeng saya)
Kami pun mampir kerumah salah satu warga yang tadi kami ajak bicara. Beruntunglah kami ada kak Andi yang jago bahasa konjo, dan ternyata kak Andi keturunan karang ara (haduh, ini saya juga ga mudeng, yang jelas semacam keturunan kesultanan disini). Jadi ketika kak Andi menyebutkan keturunannya, mereka baru mengerti dan cukup ramah meladeni kami, ya mesti saya dan suami cuma jadi patung karena tidak tau apa yang sedang mereka bicarakan. hehe.
Semua rumah amma toa adalah sama, baik dari segi ukuran, posisi hadap, maupun bentuk interior dalam rumah. Posisi dapur berada di depan sejajar dengan ruang tamu. Hal ini menunjukkan hidup mereka yang apa adanya, tidak ada yang ditutup-tutupi. Sungguh sederhana hidup mereka, seharusnya kita belajar hidup disini, seimbang dengan alam, menghargai alam, dan sungguh apa adanya. Sayang sekali, kami tidak dapat ijin untuk memotret bagian dalam rumah.
Beberapa saat kemudian kami pamit, dan meminta ijin untuk foto bersama di depan rumah. Bersalaman dan mengucapkan terimakasih kepada mereka yang telah menerima kami. Dengan spontan si inu bertanya kepada salah satu lelaki berbaju hitam di ruang itu, " bahasa konjonya terimakasih apa ya pak?" haha dasar si inu kepo, dan si bapak berbaju hitam tadi hanya mengangguk-angguk. Ternyata, di wilayah amma toa, mereka dilarang memakai bahasa Indonesia.
Walah, ini sih negeri di dalam negeri, kepala adat ada, menteri-menteri adat...adaa, peraturan-peraturan...adaa, warga...ada lah pasti.
Well, kami foto-foto aja lah, semoga lain kali kami bisa beruntung untuk bertemu ketua adat amma toa.




Nyaris sepanjang perjalanan jalanan seperti ini, bebatua. Bisa bayangin pasti masyarakat di sini kuat dan sehat, hihi







Kak Andi dan Kak Abi beserta jajaran menteri Amma toa, yang pegang kamera adalah si Tari.
Terimakasih sudah jadi tour guide buat kami. 



Wednesday, 31 December 2014

LEMO, Tana Toraja

26.Des.2014
5pm

Lelah perjalanan hari itu, waktunya untuk santap siang. Kami sih tidak ingin makan muluk-muluk, yang penting halal.
Tibalah kami di sebuah restoran di daerah jl.sam ratulangi, restoran Mambo. Di depan sudah jelas berlabel halal, dan cukup ramai juga (di sini, kami mengindikasikanrestoran enak atau tidak adalah dari tingkat keramaian pengunjung).
Dan benar, menu nya komplit, harganya juga standart sulawesi, dan rasanya sesuai sama kami lidah jawa. Selamat makaaaann.... :)

27.Des.2014
8am

Akhirnya kami memutuskan untuk check out dari wisma penginapan kami. Karena lusa, hari senin kami harus ke makassar ada urusan di kantor pusat.

LEMO, Tempat ini sering disebut rumah para arwah. Di pemakaman Lemo kita bisa melihat makam yang diletakkan di dalam tebing bebatuan yang curam, Bahkan ada yang diletakkan di alam terbuka begitu saja.
Pagi itu kami menjadi pengunjung pertama yang datang. Assiikkk...paling tidak kami sempat foto-foto tanpa 'kebocoran' gambar. Hehe.

Tak terlalu lama kami disini, kami harus segera pulang, mengingat perjalanan di 3 kabupaten terakhir menuju rumah kami, bulukumba, tidak ada penerangan jalan. Jadi sesegara mungkin kami meninggalkan tana toraja.

Okey, sampai jumpa kembali tana toraja.
Semoga ketika kami berkunjung kembali, pemerintah setempat lebih siap dalam menjadikan kota tator sebagai destinasi wisata dunia.

TILANGA LAKE, Tana Toraja

26.Des.2014
1pm

Jarak dari londa dan danau ini sekitar 1 km. Jadi ga terlalu jauh kok.
Kami dikenakan karcis masuk 10rb perkepala. Wiih dari tadi kena biaya tiket masuk mulu ya, yaiyalah kan demi pengembangan objek wisata. Walah, kalau ternyata diselewengkan gimana? Haha..
Atas dasar pikiran kotor saya itu, kali ini  isenglah saya tawar. 'Mbak...10rb untuk dua orang boleh?' Tanya saya kepada si mbak penjaganya. 'Oh,oke tidak apa-apa', jawabnya.
Naah loh. Haha...lumayan irit goceng.
Menuruni anak tangga lagii, tapi kali ini tangganya ga sepanjang di londa. Hehe.
Wooooowwww......super amazing, air danaunya jerniiiiihh, batu-batu disekitar danaupun bertekstur abstrak. Ah, eloknya!!
Rugi sekali kami tidak membawa baju peralatan 'nyemplung' (renang), kalau tau sebagus ini, saya pasti ikutan nyemplung bareng bule-bule yang juga datang kesana *ups.

Di danau tilanga ini, ada beberapa hewan sejenis belut yang mempunyai telinga. 'Massapi' namanya. Kalau di jawa namanya 'sidat'. Tapi massapi ini ga bisa kita lihat dengan begitu saja, mereka bersembunyi dibalik bebatuan. Biasanya bocah-bocah yang tinggal disekitar, menjadikan belut ini sebagai objek pemasukan dompet pribadi. Bocah-bocah ini menawarkan jasa untuk membantu memancing si massapi untuk unjuk gihi. Nah, mereka biasanya meminta uang untuk membeli telur bebek. Dan telur inilah yang dijadikan umpan agar si massapi keluar dari persembunyiannya.

Waduhh..waduuh...dari beberapa lokasi wisata tana toraja, danau inilah yang bikin saya jatuh cinta. Supeerrr alami!!!

LONDA, Tana Toraja

Well, saya lanjutin ya...di sela sela kesibukan IRT. Anak lagi tidur, kerjaan rumah beres, my personal project lagi ga mood, nah lagi mood nya main blog. Hehe.

26.des.2014
11.am
Next stop! Bayar tiket masuk 10rb.
LONDA.
Awal kedatangan kami disambut dengan kerbau yang super exotic. Gendut, bahenol, hitam - manis, dan anteng lagi. Wiihh...sayang awal sampe londa, si altair masih tidur dalam pelukan ayahnya.
Harga tiket masuk di londa 10rb per-kepala.

Kemudian kami turun melewati anak tangga yang lumayan bikin pegel buat emak-emak kayak saya yang jarang olah raga. Hehe. But its ok, kebayarlah sama pemandangan hijau segar yang memanjakan mata (meski uda siang, tapi tidak terlalu panas, karena tana toraja berada di dataran tinggi).

Setelah berjalan sekitar 50 m, sampailah di Londa, Makam yang berada dalam gua. Lagi lagi merasakan suasana mistis, bukannya saya penakut (dih sok berani ya saya, haha) tetapi karena kondisi si Altair sudah terbangun dari tidurnya, dan saya tidak mau membawanya  masuk ke dalam gua yang penuh dengan peti-peti mayat itu. Kalau orang jawa sih, girap-girapen. Saya takut si altair girap-girapen. Mangkanya kami putuskan hanya tengok sedikit di depan gua saja. Di depan gua, cukuplah mengobati rasa ingin tahu kami dengan apa yang ada di dalam. Kami menengok sedikit dari pintu masuk. Di depan gua aja sudah bertumpuk peti-peti berserakan, apalagi di dalam ya.
Lagi-lagi sayang sekali tempat se-exotic ini harus dihiasi dengan sampah botol dan plastik para pengunjung. Apalagi ditambah karangan-karangan bunga plastik dari para pelayat, sudah lawas, usang, bahkan sudah tidak layak untuk di pajang lagi.

Oiya, kalau mau masuk gua siapkan uang 25rb untuk sewa lampu. Tapi kalau mau dianter sama mas-mas yang biasa bawain lampu, mereka bilang sih ongkos terserah tpi biasanya kisaran 30rb, lumayan juga sih si masnya jadi sekalian tour guide selama memasuki gua.

Nah, untuk pintu keluar dari lokasi ini, kami harus kembali manikin anak tangga yang lebih tinggi dan lebih panjang dari pintu masuk tadi. Oke! Tamparan berat buat saya yang ga pernah olah raga. Hehe.

Note:
*Maaf foto narsis isinya
*Malu mau minta fotoin orang
*Ga sempet foto landscape karena kami sebenarnya terlalu narsis. (Kamiiiiii???? upss..Hehe)

Saturday, 27 December 2014

KETE KESU, Tana Toraja

26.des.2014
8.am.
we are ready to explore tana toraja!!

9.am
first stop! KETE KESU
Ini nih icon of tator (tana toraja), saya sering lihat di tv, majalah, di promo maskapai penerbangan, dll. Akhirnya, sampai juga.
Awalnya, kami kesusahan mencari tempat parkir mobil, karena mungkin lagi long weekend, pengunjung membludak.
Tiket masuk 10rb per-orang..oiya kalau kesana siapin duit receh pecahan ya, karena ada beberapa lokasi yang menyediakan kotak uang (pengunjung seikhlasnya memberi, tidak ada  patokan khusus)
Melihat secara langsung tongkonan-tongkonan berjajar, rasaaaaaanyaaaa kecewa!!! eh, bukan karena tongkonannya ga bagus, justru bagus banget takjub melihat rumah-rumah kayu berukiran yang semuanya dikerjakan dengan tangan. nah, trus knpa kecewa? karena ketika kami sampai disana, para pejabat sekitar dan pejabat tamu (lagi ada event lovely december, mangkanya pemkab setempat lagi kebanjiran tamu penting), rombongan mobil mereka parkir berjajar di depan tongkonan-tongkonan. iyaa tau deh situ pejabat, tapi masak iya parkir di center point wisata. Kebayang dong berapa mobil dan mobil para polisi, ajudan, dll.  Bukannya ada tempat parkir ya? duhh...kelakuan-kelakuan!!

tak jauh dari lokasi tongkonan, ada makam juga disana. Aihhh...kita harus menaiki anak tangga rupanya. Beruntung suami saya 'berisi' sekarang, jadi dialah  yang bertugas menggendong si bayi menaiki anak tangga. haha...anggap aja olah raga ya ayah nya altair. hihihi.

*note:
- salah pake kamera, jadi agak burem, ga fokus
- susah bawa bayi buat motret secara detail, harap maklum ya. hihihi.
- maaf, kebanyakan selfi..haha.

Lovely december, tana toraja

Well..well..sebenernya uda jarang main blog lagi. Selain saya yang tidak jago bercerita dalam kata tertulis, juga karena sekarang..i have limited time, yeah im full time mother, but part time designer. Hehe

Maret 2014, suami saya dipindah tugaskan ke makassar, kemudian dipindah lagi ke bulukumba (4jam dari kota makassar). Kalau dilihat di peta sih, kota tempat saya tinggal sekarang ada di kaki kiri pulau sulawesi.
Tetapi, saya dan altair (bayi saya) memutuskan pindah ke makassar sekitar 6 bulan kmudian (september 2014)

Pulau ini exotic bro and sis, jadi sayang banget kalau saya ga main blog lagi, itung" cerita sambil belajar nulis lagi.
(Padahal yang baca/friend blog saya cuma segelintir, hehe)

Eh, liburan natal kmaren pada kemana? mumpung ada libur 4 hari, akhirnya saya dan suami memanfaatkan untuk pergi ke tana toraja. Apalagi disana lagi ada event lovely december 2014.
Wahh...asiik makin penasaran kami untuk segera datang berkunjung.

Berbekal maps, gps, nekatlah kami berangkat, via jalur darat, nah masalahnya kita lewat jalur timur alias ga ngelewatin makassar.
Rutenya adalah bulukumba - sinjai - bone - sengkang - sidrap - enrekang - tana toraja. Wiihhh...iyaa lama banget perjalanan kami, seharusnya 8jam sampai tana toraja, tapi berhubung ada si altair jadi banyak berhentinya untuk rehat ataupun ganti popok si bayi. Hehe.

25.des.2014.

5.Am
Saya mulai bangun sekitar jam 4 pagi menyiapkan bekal makanan, karena feeling kami , sepagi itu di sepanjang jalan ga ada warung atau resto yg buka.
Ah ternyata benar...mungkin karena ini daerahnya pelosok dan jarang dilalui wisatawan, jadi jarang ada tempat makan.
Yang ada hanyalah sapi dan kerbau yang sarapan rumput di hamparan sawah yang hijau.

4.pm
Yeahhh..totally 11jam kami sampai di kec.rantepao (tana toraja).
Langsung kami mencari tempat makan yang halal (noted: karena disini mayoritas non muslim, jadi cari tempat makan berlabel halal ya).
Setelah makan rapelan (sarapan dan makan siang), lanjut kami mencari hotel. Duh, salah kami ga booking dulu..uda tau ada event lovely december. Muter-muter sampai pening ga dapat hotel/wisma/tempat penginapan.

8.pm
finally, dapet penginapan juga. Alhamdulillah tempat yang nyaman, sederhana, dan murah (termasuk murah pada saat ada event begini). Wisma ini dibandrol harga 200 ribu permalam.

Okey, semalaman ini kami istirahat saja di wisma "TORAJA PALMA".

Sunday, 9 November 2014

SUMMER GOLD

Photography by the one and only : Rony BW.

And the glam man ever :
Fhanany evant as Stylist and MUA.

YOU'RE ROCK!!!

the family...Amin :)

the family...Amin :)
congratulation sayang :)

from basidjanardana

from basidjanardana
in my birthday

in my birthday

12 mei 2009, foto ini dikirim lewat email...yah meskipun dya gabisa dateng di hari ultah ku...foto ini cukup membuat saya bahagia...
my happy family :)
makasi sayang...
*kiss*

in under the sea

in under the sea
by Chris Zai

Jember fashion Carnaval

Jember fashion Carnaval
i love it

I think this is really ME...

yeeaah...I realy love this collection ( Calvin klein, Jil Sander, and Bruno Pieters ).
There were so simple but something. LIKE IT!!
For this project...my personal universe is explaining about all of the things that i love...designer...architecture...Human and flexibility...strong and structure...and my muse also : MIA WASIKOWSKA.
This is my last project in 2nd year program, hopefully it will be really i am....LOVE IT...

Love in December

so this is love
in the end of december
quiet nights
quiet stars
and i'm here
monday to sunday
cause you're fragile
and i'm weak

so you fall
when the nights grow longer
into sleep
and won't wake up

don't you worry
i'll be there for you
don't worry about me
you know me better than that
i'll catch you if you would fall

so you drift
when the days grow colder
away from me
and won't look back
far away
and i can't guide you
but i'm here
til the spring

don't you worry
i'll be there for you
don't worry about me
you know me better than that
i'll catch you if you would fall

lyric of the month...
a thousand missing for you..
i am missing...your smile...your laugh...your something stupid...your emotion to make me feel so deep of anything...im missing for every part with you...
and now...
i will come home soon for my'nu:)